Sejarah Terpanjang, 2 Tahun Gunung Merapi Berstatus Siaga

Foto: Instagram @rosojiwadbe

Pastipas.id – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) telah menetapkan Gunung Merapi berstatus siaga sejak 5 November 2020. Gunung Merapi genap 2 tahun berstatus siaga pada Sabtu (5/11/2022) kemarin.

Tanggal 5 November juga menjadi tanggal bersejarah untuk Gunung Merapi. Mengingat pada 5 November 2010 silam Gunung Merapi mengalami erupsi yang sangat besar.

Melalui kanal Youtube resminya, BPPTKG menggelar Siaran Aktivitas Gunung Merapi pada Jumat (4/11/2022) kemarin. Siaran tersebut menghadirkan Agus Budi Santoso kepala BPPTKG . Agus mengungkapkan bahwa Gunung Merapi berstatus siaga terpanjang dalam sejarah.

“Saat ini sudah dua tahun siaga Merapi dan memang dalam sejarah Merapi menjadi status siaga terpanjang. Namun bukan erupsi terpanjang,” ungkap Agus.

Bacaan Lainnya

Kemudian dari sisi erupsi, ia menyampaikan, Gunung Merapi pernah mengalami fase erupsi terpanjang hampir lima tahun mulai tahun 1992 sampai tahun 1997-1998.

Menurutnya status siaga panjang Merapi saat ini sesuai dengan kriteria status siaga. Melalui siaran tersebut ia juga memaparkan apa saja kriteria status siaga.

“Ketika sebuah gunung api aktivitasnya berpotensi mengancam penduduk di pemukiman,” paparnya.

Lebih detail, Agus menjelaskan, potensi ancaman yang dimaksud saat ini adalah kubah lava yang bertengger di barat daya sebesar 1,7 juta m3 – 1,8 juta m3. Serta volume kubah lava yang di tengah sebesar 2,8 juta m3.

Jika dua kubah lava tersebut longsor secara masif dan ada ekstrusi besar, maka bisa mengancam pemukiman. Oleh karena itu status siaga Gunung Merapi masih dipertahankan.

Selain itu, berdasarkan pemantauan, ada potensi dari dalam yaitu supply magma yang ditunjukkan dengan tingkat kegempaan (gempa internal dari dalam gunung api/vulkanik) masih cukup tinggi.

“Kegempaan atau gempa internal masih tinggi sekitar 40 kali per hari,” tegasnya.

Untuk kondisi terkini, Agus menyampaikan aktivitas Gunung Merapi secara umum masih tinggi. Supply magma masih signifikan, keluarnya magma siginifikan serta gempa vulkanik juga masih signifikan. Ia harap masyarakat paham mengapa Gunung Merapi masih berstatus siaga. (Dwi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *