Ribuan Benih Ikan Ditabur Bupati Anna di Waduk Gongseng

Menjaga dan melestarikan ekosistem, merupakan hal sulit dibanding harus memulai segala perawatan dari awal. Begitu kiranya benang merah yang dapat ditarik dari kegiatan Bupati Bojonegoro yang bersentuhan dengan pelestarian dan keseimbangan ekosistem Bendungan Gongseng.

Ribuan benih ikan, Jumat (4/2/2022) sore dilepas oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah di kawasan Bendungan Gongseng, Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang.

Bupati Anna menerangkan, bahwa kawasan Bendungan Gongseng merupakan kewenangan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo yang berada pada teroteri Bojonegoro.

“Mudah-mudahan tabur benih ini adalah simbol pertama kami menancapkan salah satu sumber daya ekonomi, yang nanti bisa dipanen oleh warga sekitar,” ungkap Bupati Anna.

Selain dari segi peningkatan ekonomi, Bupati Anna juga ingin meningkatkan kualitas dan kemakmuran nelayan sekitar yang sehari-hari mengandalkan hidup dari tangkapan ikan sekitar waduk bendungan.

Kepala Kejari Badrut Tamam, Sekretaris Daerah (Sekda) Nurul Azizah, Ketua DPRD Abdullah Umar, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) drh Catur Rahayu K, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lengkap dnengan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimca) Temayang dan perwakilan Pemerintah Desa Kedungsumber, menyertai kunjungan Bupati Anna.

Pihaknya juga mengungkapkan bahwa giat sore itu bertujuan untuk melakukan komunikasi lanjutan dengan BBWS, terhadap sektor pariwisata di Bendungan Gongseng. Dengan harapan, Bendungan Gongseng bisa menjadi wisata kuliner maupun aquatourism khusus yang ada di Temayang.

“Kalau air (pemanfaat red) ini pasti pertanian. Tapi soal wisata di sekitar, kami akan koordinasi dengan BBWS. Termasuk dengan Kepala Desa setempat, termasuk potensi-potensi pengusaha lokal yang nanti bisa kami libatkan dalam pemanfaatan pariwisata ini,” lengkap Bupati.

Bagaimanapun juga, segala potensi yang ada di Bendungan Gongseng punya tujuan finalnya untuk kemakmuran nelayan dan warga sekitar. Baik makmur dalam finansial, juga sumber daya untuk merawat dan meruwat perniknya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *