Pemkab dan DPRD Bojonegoro Bahas Kemiskinan Ekstrem Tahun 2021

Pastipas.id – DPRD Kabupaten Bojonegoro menggelar rapat kerja dengan Pemkab setempat di ruang Paripurna, Kamis (7/7/2020).

Rapat yang dihadiri Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah bersama sejumlah Kepala OPD, Pimpinan DPRD, Ketua dan anggota Komisi C ini membahas sinkronisasi data kemiskinan dan sinergi pengentasan kemiskinan ekstrem di Bojonegoro tahun 2021.

Sebanyak lima Kabupaten di Provinsi Jawa Timur menjadi pilot project atau percontohan Program Nasional percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem tahun 2021.

Kelima Kabupaten tersebut yaitu Kab. Bangkalan, Sumenep, Probolinggo, Bojonegoro, dan Kabupaten Lamongan.

Bacaan Lainnya

Pemkab Bojonegoro sejauh ini telah mempunyai banyak program pengentasan kemiskinan.

“Ini sejalan dengan target pemerintah pusat yang menjadikan Bojonegoro sebagai pilot project penanganan kemiskinan ekstrem 2021,” ungkap Bupati Bojonegoro dalam awal pemaparannya.

Adapun strategi yang telah dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro diantaranya melakukan pendataan mandiri mulai bulan Januari 2022, mendahului Inpres No 4 Tahun 2022.

“Melakukan identifikasi kesesuaian program kegiatan intervensi dengan strategi pengentasan kemiskinan,”lanjutnya.

Bupati perempuan pertama di Bojonegoro ini menyampaikan maksud Pemkab Bojonegoro melakukan pendataan mandiri, yakni sebagai langkah validasi dan pemutakhiran data secara real dan faktual oleh tim verifikasi di tingkat Desa.

Kemudian Pemkab Bojonegoro akan memberikan Dana Insentif Desa (DID) guna mendorong Pemerintah Desa mengupayakan penurunan angka kemiskinan di Desanya. (Rizal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *