Pemkab Bojonegoro Usulkan Geopark Bojonegoro Jadi Kawasan Geopark Dunia

Rapat Pemkab Bojonegoro Usulkan Geopark Bojonegoro Jadi Kawasan Geopark Dunia
Rapat Pemkab Bojonegoro Usulkan Geopark Bojonegoro Jadi Kawasan Geopark Dunia

Pastipas.id, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menggelar rapat Rencana Induk Geopark Bojonegoro sebagai upaya mengusulkan kawasan Geopark Bojonegoro menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG). Rapat ini diadakan di ruang Partnership Room lantai IV, Gedung Pemkab Bojonegoro, pada Selasa (9/07/2024).

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menindaklanjuti kegiatan pra review masterplan Geopark Bojonegoro yang dilakukan di Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi Jawa Timur.

Selain itu, kegiatan ini juga menindaklanjuti audensi Tim Bappenas di Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Bojonegoro.

“Rapat ini diselenggarakan untuk menunjang kesiapan Bojonegoro menuju UNESCO Global Geopark serta melibatkan berbagai pihak untuk pemenuhan kebutuhan dan kelengkapan dalam penyusunan Rencana Induk Geopark Bojonegoro,” ujar Nurul Azizah.

Bacaan Lainnya

Nurul Azizah menambahkan bahwa ke depannya, Bappenas akan memfasilitasi pertemuan dengan berbagai kementerian, seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), serta BUMN.

Sinergi antara pihak-pihak tersebut sangat penting mengingat Geopark Bojonegoro melibatkan kewenangan Pertamina dan Perhutani.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini meliputi tersusunnya Rencana Induk Pengembangan Geopark Bojonegoro untuk jangka pendek, menengah, dan panjang, serta verifikasi pengembangan Rencana Induk Geopark di Kabupaten Bojonegoro agar sesuai dengan kebutuhan.

“Kami berharap terciptanya sinergi yang positif demi keberlanjutan pengelolaan Geopark Bojonegoro,” jelas Nurul Azizah.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, Anwar Muktadlo, menjelaskan bahwa dalam melaksanakan kebijakan pengembangan destinasi pariwisata yang berkelanjutan, strategi pengembangan destinasi pariwisata diarahkan melalui penataan dan diversifikasi daya tarik wisata serta pengembangan wisata berbasis lingkungan.

Salah satu daya tarik wisata tersebut adalah 20 destinasi Geowisata yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) kawasan Geopark Bojonegoro.

Anwar Mukhtadlo menambahkan bahwa pada tahun 2018, Kawasan Geopark Bojonegoro telah mendapatkan pengakuan sebagai Kawasan Taman Nasional oleh Kementerian ESDM. Ke depan, Pemkab Bojonegoro akan mengusulkan kawasan ini kepada UNESCO sebagai Kawasan Geopark Dunia.

Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan Rencana Induk Geopark Bojonegoro. Pada tahun 2023, Kabupaten Bojonegoro telah menyusun kajian masterplan Geopark Bojonegoro yang diharapkan dapat divalidasi oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas pada tahun 2024 ini.

“Kami berharap Rencana Induk Geopark Bojonegoro dapat segera divalidasi dan diakui, sehingga langkah menuju pengakuan sebagai Kawasan Geopark Dunia dapat segera tercapai,” pungkasnya. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *