Pemkab Bojonegoro Ajak Warga Kenali Kanker pada Anak, Terapkan Pola Hidup CERDIK

Pastipas.id (Bojonegoro) – Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan RSUD Sosodoro Djatikoesomo mengajak para orang tua untuk lebih cerdas menghindari kanker pada anak. Ajakan itu dilakukan lewat program SAPA! (Selamat Pagi!) Malowopati FM, edisi Rabu (22/2/2023).

Dengan dipandu penyiar Lia Yunita, SAPA! Malowopati FM menghadirkan narasumber dr. RR. Khairiyah Amalia, Sp. A selaku dokter spesialis anak di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Siaran ini juga dapat diikuti secara live YouTube Malowopati Radio dan interaksi langsung melalui nomor WhatsApp 08113322958.

Menurut dr. RR Khairiyah, kanker pada anak merupakan masalah kesehatan yang sangat serius. Kanker bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada anak-anak. Kanker pada anak merupakan pertumbuhan dari sel atau jaringan yang tidak normal yang tumbuh secara terus menerus dan bertambah. Sifatnya seperti mortal dan kebal. Kanker bisa menyusut juga ke jaringan-jaringan, dan ini sifatnya agresif sehingga pergerakannya akan cepat jika tidak dikenali secara dini.

Tanda-tanda anak terkena kanker dapat bervariasi tergantung pada jenis kanker dan tingkat keparahan. Beberapa tanda yang umum terjadi pada anak adalah pucat, demam tanpa sebab, muntah berulang, dan lain-lain. Jenis kanker yang paling sering terjadi pada anak adalah kanker darah, kanker tulang, dan kanker getah bening.

Bacaan Lainnya

“Beberapa faktor pemicu terjadinya kanker pada anak, yaitu genetik, zat kimia, virus, dan radiasi. Namun, tidak semua anak yang terpapar faktor pemicu tersebut akan mengalami kanker. Ada beberapa faktor lain, seperti gaya hidup sehat, yang dapat membantu mencegah terjadinya kanker pada anak,” tuturnya.

Salah satu cara untuk mencegah terjadinya kanker pada anak adalah dengan mengikuti pola hidup sehat, atau CERDIK. CERDIK adalah singkatan dari Cek, Enyahkan, Olahraga, Diet Seimbang, Istirahat, dan Kelola Stress.

Anak dapat menjaga kesehatannya dan mencegah terjadinya kanker dengan mengikuti CERDIK. Selain itu, kanker pada anak juga bisa dicegah saat 1.000 hari masa emas anak. Pada masa ini, anak membutuhkan asupan nutrisi yang baik dan stimulasi yang memadai untuk mendukung perkembangan sel dan jaringan tubuh.

Jika orang tua sudah memiliki kecurigaan terhadap penyakit pada anaknya dan merasakan kesehatan anak tidak semakin membaik atau lemas meskipun sudah mengonsumsi obat, maka sebaiknya orang tua segera memeriksakan atau membawa ke tenaga ahli kesehatan.

Kanker pada anak memiliki beberapa stadium, di antaranya stadium dini, stadium lanjut, dan stadium akhir. Semakin dini kanker pada anak terdeteksi, maka semakin baik pula peluang kesembuhan.

Guna mencegah terjadinya kanker pada anak, orang tua perlu memberikan pola hidup sehat pada anak dan mengajarkan anak untuk hidup sehat sejak dini. CERDIK menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan anak. “Selain itu, penting juga bagi para orang tua untuk memeriksakan kesehatan anak secara rutin dan mengenali tanda-tanda jika anak terkena kanker,” tuturnya.(rilis)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *