Pemkab Bojonegoro Ajak Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat Lewat Program SAPA

Pemkab Bojonegoro Ajak Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat Lewat Program SAPA di Malowopati FM
Pemkab Bojonegoro Ajak Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat Lewat Program SAPA di Malowopati FM

Pastipas.id, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengajak masyarakat untuk selalu menggunakan obat sesuai dengan ketentuan melalui program siar SAPA! Malowopati FM, Jumat (5/7/2024).

Program ini merupakan hasil kerjasama antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan tema ‘Gema Cermat – Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat’.

Program SAPA! Malowopati FM kali ini menghadirkan narasumber Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Bojonegoro, Imam Wahyudi, SKM. MPH, dan Yusita Indrastiwi, S. Farm, apoteker di Puskesmas Ngraho. Acara ini dipandu oleh penyiar Lia Yunita.

Dalam talkshow tersebut, Imam Wahyudi menjelaskan bahwa gerakan ini adalah upaya pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian, kesadaran, pemahaman, dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan obat secara tepat dan benar.

Bacaan Lainnya

“Penggunaan obat dapat disebut rasional apabila pasien menerima obat yang sesuai dengan kebutuhan klinisnya dan dalam dosis yang sesuai dengan kebutuhan. Kurangnya informasi dapat memicu penggunaan obat secara tidak tepat oleh masyarakat,” ujar Imam Wahyudi.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan bahwa 35,2% rumah tangga menyimpan obat untuk swamedikasi, termasuk obat keras, antibiotika, obat tradisional, dan obat-obatan yang tidak teridentifikasi.

Proporsi rumah tangga yang menyimpan obat keras mencapai 35,7%, obat bebas 82,0%, antibiotika 27,8%, obat tradisional 15,7%, dan obat tidak teridentifikasi 6,4%.

Berdasarkan SK Menteri Kesehatan RI nomor HK.02.02/MENKES/427/2015, Gema Cermat adalah upaya bersama pemerintah dan masyarakat melalui rangkaian kegiatan untuk mewujudkan kepedulian, kesadaran, pemahaman, dan keterampilan masyarakat menggunakan obat secara tepat dan benar.

“Dengan upaya ini, kita berharap dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan obat secara benar, meningkatkan kemandirian dan perubahan perilaku masyarakat dalam memilih, mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara benar, serta meningkatkan penggunaan obat secara rasional,” tambah Imam Wahyudi.

Yusita Indrastiwi menambahkan bahwa pembekalan kepada apoteker dan kader kesehatan merupakan langkah awal pelaksanaan Gema Cermat. Pembekalan ini perlu dilakukan agar mereka memahami program Gema Cermat dan dapat melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

“Kami memberikan informasi dan ilmu tentang obat kepada masyarakat, yang diharapkan akan menyebar secara luas. Dengan informasi ini, masyarakat diharapkan lebih mandiri dan cerdas dalam menggunakan obat, sehingga mengurangi ketidakrasionalan penggunaan obat. Tanya kepada petugas yang berkompeten daripada hanya mencari di Google, karena jargon kami adalah ‘Tanya Obat Tanya Apoteker’,” saran Yusita.

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Bojonegoro dalam penggunaan obat secara tepat dan rasional. (riz)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *