KUA PPAS Tahun 2023 Kabupaten Bojonegoro Ditetapkan Melalui Rapat Paripurna

Pastipas.id – Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Bojonegoro Membahas Rancangan Kebijakan Umum Anggaran/Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA/PPAS) APBD Tahun Anggaran 2023 sekaligus menanda tangani nota kesepakatan dari hasil pembahasan Badan Anggaran (Banggar) di Ruang Rapat Paripurna, Jumat (19/8/2022) malam.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Abdulloh Umar, juga dihadiri Wakil Ketua dan Anggota DPRD Bojonegoro, Forkompimda, Sekda beserta Pimpinan OPD.

Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah mengapresiasi kinerja Tim Anggaran Pemerintah Daerah dan Badan Anggaran yang telah melalui pembahasan KUA P-PAS dengan baik dan lancar.

“Semoga ini menjadi sebuah kebijakan-kebijakan di dalam Raperda APBD tahun 2023 sampai ditetapkan sebagai APBD tahun 2023,” ungkapnya saat memberi sambutan.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Mitro’athin mengatakan, jika penyusunan KUA P-PAS ini merupakan sinkronisasi dari kebijakan Pemerintah Daerah. Dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Tenis Pengelolaan Keuangan Daerah, maka dapat disampaikan bahwa ada perubahan yang mendasar terhadap sistem pengelolaan-pengelolaan keuangan daerah.

“Oleh sebab itu berikut kami laporkan hasil pembahasan antara Banggar dan TAPD,” tandasnya.

Hasil pembahasan tersebut di antaranya, total estimasi Penerimaan Daerah tahun 2023 pada Rancangan KUA PPAS Tahun 2023 sebesar Rp7.252.743.855.586 setelah diadakan pembahasan mengalami penurunan menjadi Rp6.700.164.960.000.

Ia mengungkapkan, rincian pendapatan tersebut di antaranya adalah target Pendapatan Daerah sebesar Rp4.954.507.946.498, sedangkan Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp1.745.657.013.502.

Sementara di sisi pengeluaran, pada Rancangan KUA PPAS Tahun 2023 total Pengeluaran tahun 2023 direncanakan sebesar Rp7.252.743.855.586, setelah diadakan pembahasan Banggar dengan TAPD, mengalami penurunan menjadi Rp6.700.164.960.000.

Ia juga mengungkapkan, rincian pengeluaran di antaranya: belanja daerah sebesar Rp6.200.164.960.000 serta Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp500 Milyar.

Dengan target pendapatan dan rencana belanja daerah pada Rancangan KUA PPAS Tahun 2023 total pengeluaran tahun 2023 terdapat defisit anggaran sebesar Rp2.190.235.909.088, setelah diadakan pembahasan Banggar dengan TAPD, mengalami penurunan menjadi Rp1.245.657.013.502.

“Semuanya akan ditutup dari pembiayaan netto yang merupakan selisih dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan,” tukasnya. (dwi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *