Karmila dan Devita, Siswa SMKN Ngasem Mewakili Kecamatan Mengikuti BNFF

Pastipas.id – Bojonegoro Nglenyer Fashion Festival (BNFF) kembali digelar pada Sabtu (3/11/2022) lalu di Jembatan Terusan Bojonegoro – Blora (TBB), Kecamatan Ngraho.

BNFF diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro untuk menggali potensi generasi muda dalam bidang fashion. Selain itu juga menjadi wadah generasi muda yang memiliki skill atau keterampilan desain.

Acara ini diikuti oleh 15 kecamatan termasuk Kecamatan Ngasem yang diwakili oleh Karmila dan Devita, siswi dengan keahlian Tata Busana yang bersekolah di SMK Negeri Ngasem.

Saat dihubungi pastipas.id, Eko Yuliawan, guru SMK Negeri Ngasem, mengatakan jika pihak Kecamatan Ngasem meminta perwakilan siswanya untuk mengikuti BNFF.

Bacaan Lainnya

“Dari Disbudpar kan mewajibkan setiap kecamatan untuk ikut BNFF. Awalnya dari pihak kecamatan sudah mengumumkan ke semua desa untuk mewakili tapi tidak ada. Saya juga punya konveksi di Ngasem, diminta bantuan untuk nyari juga. Tapi tidak ada karena maksimal umur 30 tahun,” ungkap Eko.

Eko melanjutkan, saat itu tetangganya menginformasikan ke pihak kecamatan kalau di SMK Negeri Ngasem ada jurusan Tata Busana. Akhirnya pihak kecamatan yang juga dihadiri Camat Ngasem sowan ke SMK Negeri Ngasem.

Setelah menemui kepala sekolah, pihak kecamatan meminta siswa dari SMK Negeri Ngasem untuk mengikuti Bojonegoro Nglenyer Fashion Festival. Dengan semua biaya ditanggung oleh pihak kecamatan.

“SMK Negeri Ngasem direkom oleh Pak Camat untuk mengikuti Bojonegoro Nglenyer Fashion Festival mewakili Kecamatan Ngasem. Dengan konsekuensi semua biaya ditanggung pihak kecamatan. Mulai dari desain, kain, proses produksi dan sebagainya,” tutur Eko.

Eko menjelaskan, ia menunjuk siswinya, Karmila dan Devita yang sangat berpotensi dalam hal desain untuk mengikuti BNFF. Selain itu juga sesuai arahan Camat Ngasem, yang mewakili asli warga Ngasem.

“Desainer diambil dari siswa saya asli warga Ngasem. Dua siswa saya, Karmila dan Devita memang bakat desain, bakat jahit dan sebagainya. Desain kain dan sebagainya siswa saya sendiri yang buat. Peraganya juga asli Ngasem,” jelas Eko.

Eko juga mengungkapkan, pihaknya bekerja sama dengan pengrajin batik asal Ngasem untuk pembuatan kain batik pada desain yang digunakan.

Pilihan motif yang digunakan jatuh pada motif batik khas Ngasem, yaitu Kayangan Api, yang kemudian dimodifikasi sendiri oleh siswanya.

Eko berharap ke depannya semakin banyak siswanya yang mengikuti kegiatan seperti BNFF ini.

“Semoga semakin banyak siswa yang ikut kegiatan-kegiatan seperti ini dan semoga SMK Negeri Ngasem juga bisa terus mengeluarkan siswa-siswinya yang berpotensi dengan keahlian masing-masing,” pungkasnya. (Flo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *