Inovasi Pemkab Bojonegoro Bagi para Pedagang

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, terus melakukan inovasi dalam rangka memulihkan kondisi perekonomian masyarakat pasca hantaman Pandemi Covid-19 salah satunya para pedagang.

Keberadaan Pasar Wisata di Desa Banjarjo, Kecamatan Bojonegoro, menawarkan beberapa keunggulan dan keuntungan bagi pedagang yang akan menempatinya.

Kepala Dinas Perdagangan, Sukaemi, mengatakan, Pasar Wisata di design dua lantai untuk membedakan penataan barang dagangan basah dan kering.

“Pasar dilengkapi banyak fasilitas pendukung,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Fasilitas tersebut, diantaranya fasos mushola, ruang pendingin untuk penjual ikan dan daging, loding dock atau pembongkaran barang, pedagang lesehan berjualan di atas meja keramik tidak dibawah atau diatas tanah, in out antisipasi macet, troly atau ranjang pembeli, parkir refresentatif relatif luas.

“Sehingga, bus pariwisata yang lewat akan dikondisikan masuk atau singgah dipasar wisata,”tukasnya.

Dia melanjutkan, jika terdapat aplikasi pesan antar barang, diatur zonasi barang dagangan secara terkelompok, dilengkapi produk unggulan seperti pengrajin, handikraf, gerabah, makanan minuman kering produk unggulan UKM, IKM dan Home Industri Bojonegoro dan masih banyak lagi.

Dia menegaskan, Pasar Wisata akan menarik pembeli karena jenis dagangan lengkap kebutuhan sehari-hari dan pusat oleh-oleh produk unggulan Bojonegoro masyarakat atau pembeli akan berbondong-bondong datang karena pusat perekonomian ada di kawasan Pasar Wisata dan Pasar Kota Baru Bojonegoro.

“Pedagang tidak membeli toko dan los hanya sewa relatif murah tidak langsung setahun namun per bulan, juga pembeli berminat belanja ke bangunan semi modern, dilengkapi troly, fasilitas ibu menyusui,” tukasnya.

Kemi, memaparkan jika pedagang menjual barang dagangan tidak hanya bertatap muka namun bisa pesan antar, pedagang ikan dan daging tidak kesulitan menyimpan ikan biar tidak busuk dan fress.

“Ada fasilitas Kartu Pedagang Produktif yang memberi bermanfaat menambah modal usaha sampai Rp25 juta dengan jasa 0.5 persen per bulan ( 6 persen setahun ) tanpa jaminan,” pungkasnya. (*Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *