Desa Sudah, Desa Tertua di Kabupaten Bojonegoro

Bojonegoro – Desa Sudah terletak di kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro. Desa yang menurut sesepuh adalah desa tertua, terbukti dari penemuan artefak-artefak kuno peninggalan kerajaan jaman dahulu.

Uniknya di Desa Sudah ini masih membudayakan berbicara menggunakan kromo inggil.

Menurut Kades Sudah, Muhlison, mengatakan, komunikasi antar perangkat wajib menggunakan bahasa kromo Inggil.

“Bahkan semua karyawan harus melayani masyarakat dengan bahasa kromo inggil. Tujuannya untuk uri-uri bahasa dan melestarikan budaya,” tuturnya.

Bacaan Lainnya

Potensi Desa Sudah dari sumber daya alam adalah di bidang pertanian dan perkebunan. Sedangkan sumber daya manusianya dikerahkan untuk membuat vas-vas bunga dari bungkus rokok yang dilatih langsung oleh wakil Gubernur dan nakas tiga dimensi dari limbah kayu.

Hal ini merupakan yang pertama di Kabupaten Bojonegoro. Nanti kedepannya akan mengolah plastik pula untuk dijadikan bahan bakar.

Mengajak anak-anak muda yang sudah mengikuti Posyantek untuk mengenalkan teknologi dan menggali lagi sumber daya manusia yang luar biasa.

Desa yang dikenal sebagai Desa penanggulangan limbah ini juga memperbaiki makam leluhurnya.

Mereka bekerja bakti dan menggunakan dana desa untuk menjadikan makam leluhur lebih bersih dan tertata. Makam ini dikenal sebagai Makam Tameng Jati.

Setelah kita mau uri-uri budaya dan menjaga unggah-ungguh, desa kami selalu mendapat panen padi yang melimpah ruah. Per sekali panen bisa mendapat +- 600ton dan ini terjadi selama 3x dalam setahun. Dua bulan menjelang hari raya kami bertanam semangka.

Desa Sudah terletak di tepi Bengawan Solo. Desa ini tercatat di prasasti Canggu jaman raja Majapahit bernama Hayam Wuruk tepatnya di lempeng kelima.

Banyak ditemukan artefa kuno ketika membajak sawah. Traktor menabrak benda-benda tua yang mana setelah diselidiki di situ adalah tempat gudang kerajaan jaman dahulu.

Ditemukan juga sumur Kirenggolo yang masih menggunakan batu bata besar. Kerekan dan embernya terbuat dari logam kuningan atau emas yang sudah diambil alih oleh pihak berwajib. Konon katanya air sumur ini digunakan untuk menyembuhkan segala macam penyakit.

Sumur Kirenggolo bersebelahan dengan Makam Mbah Tameng jati, salah satu pejuang Bojonegoro yang berasal dari negeri Syam.

Rencananya di Desa Sudah juga akan didatangi oleh peneliti yang akan membawa alat pendeteksi logam yang mungkin masih tersimpan. Pak Kades berharap banyak barang bisa ditemukan dan akan bisa diabadikan menjadi sebuah museum.

Menurut sejarahnya Desa Sudah adalah kota pelabuhan di jaman dahulu. Desa sudah terletak di tepi bengawan dan pernah ditemukan guci peninggalan Dinasti Ming. Bisa jadi oada jaman dahulu pedagang atau saudagar Tiongkok sering singgah di sini.

Terbukti dengan ditemukannya banyak sumur-sumur kecil yang jauh berbeda dengan sumur modern.

Dia berpesan, agar jangan dilupakan, uri-uri budaya harus tetap dilestarikan, kearifan lokal yang memiliki budaya leluhur harus tetap dijaga.

“Pada tahun 2019 Desa Sudah mengikuti penataan aparatur desa. Tahun 2020 mengikuti proyeksi SDM dan di tahun 2021 terpilih sebagai desa maju dan desa semi mandiri. Harapan kami di tahun 2023 Desa Sudah benar-benar bisa mandiri,” pungkasnya. (*Vey)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *