Ademos Gelar Diskusi Sinau Bareng Kolaborasi Aksi Ide Next Leader Chapter Bojonegoro

Pastipas.id – Ademos adalah lembaga sosial yang berupaya untuk berkontribusi membantu Bojonegoro. Kali ini, Ademos menggelar acara bertajuk “Sinau Bareng Kolaborasi Aksi Ide Next Leader Chapter Bojonegoro” di Panggon Sinau Ademos, Desa Dolog Gede, Kecamatan Tambakrejo, Minggu (31/7/2022).

Hadir dalam acara tersebut, Ketua KNPI Bojonegoro, Miftakhul Huda, Narasumber lain, Cazadira Vediva Tamzil Director Global Future X, Pijar Foundation, serta Ferro Ferizka, Executive Director Pijar Foundation.

Kader Ademos Zaeinal Arifin mengatakan, diskusi ini menghadirkan narasumber hebat dari salah satu ketua Y20, G20 yang lagi tren di Indonesia.

“Salah satu rangkaian acaranya ya ini, Mas Indra salah satu ketua Y20 jadi beliau main ke Bojonegoro,”ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Dengan forum ini, pihaknya berharap bisa menjadi wadah komunitas kepemudaan di Bojonegoro untuk mengembangkan skill.

Dia menambahkan, diskusi ini bisa menjadi peluang bagi pemuda Bojonegoro, maka diadakan agar menjadi sebagai upaya motivasi untuk pemuda Bojonegoro agar lebih baik.

“Forum ini sebenarnya ada 3 agenda yakni ekonomi, pendidikan, komunitas. Ada Mas Indra, Mas Fero dan Mbak Azira dari Pijar Foundation,”tandasnya.

Dengan forum dan diskusi ini, bertujuan untuk interferensi kemajuan di Bojonegoro. Bagaimana menginterferensi kemajuan ekonomi di Bojonegoro, pendidikan dan juga komunitas di Bojonegoro.

“Semoga bisa menjadi langkah kongkrit untuk kemajuan di Bojonegoro. Harapan-harapan besar kami adalah seperti itu dengan adanya stimulasi yang kami adakan,”tukasnya.

Sementara Indra, mengatakan bahwa ada banyak energi yang tersimpan baik dari SDM maupun resource artinya kapasitas wisata dan ruang publik yang belum tergarap dengan maksimal.

“Jadi sepertinya adanya pemancing atau pemantik agar resource itu bisa lebih optimal,”ujarnya.

Harapan setelah acara dilaksanakan acara ini, pertama, banyak kapasitas-kapasitas yang tak terisi secara semestinya, misalnya ada ruang-ruang publik yang kemudian terisi.

Kedua, banyak energi anak-anak muda yang terserap sehingga waktu-waktu mereka tidak habis terbuang. Jadi mereka alih-alih bermain judi online lebih baik produktif belajar painting, atau misalnya digital marketing dan sebagainya.

“Jadi, yang satu resourcenya harus dikelola dengan maksimal atau tergunakan dengan maksimal dan kedua, tenaga anak-anak mudanya terserap,”pungkasnya. (Dwi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *